Kasih Mama
Mamaku selalu cemas ketika kecil aku di cakar kucing. Diobatinya luka-lukaku dengan
obat merah dan dibimbingnya ke tempat tidurku. Begitu juga ketika
aku mengalami kecelakaan-kecelakaan kecil yang tak dapat kuingat
lagi berapa kali karena begitu seringnya. Kenakalan-kenakalan kecilku
kerap menyusahkan Mama.
Saat aku susah, aku telepon mama cuma untuk mendengar suaranya.
Seumur hidupku baru sekali aku mengadukan masalah pada beliau. Aku lebih
sering menelannya sendiri. Aku cuma ingin mendengar suaranya bicara dan
aku menahan sesak di dada dari jauh. Itulah caraku mengadu saat susah.
Hingga kini, aku tak tahu apa yang
mungkin pernah membanggakan yang telah kulakukan. Aku pernah melihat mama yang bahagia saat anaknya sedang menata masa depannya.
Saat-saat ingat mama, yang sering terkenang di pikiranku adalah bahwa aku
lebih sering menyusahkannya daripada membuatnya senang. Begitu banyak
pelajaran yang beliau ajarkan, kasih sayang yang
dilimpahkan, serta pengorbanan yang dilakukan. Maafkan aku mama. Aku
belum pernah membanggakanmu, belum pernah membahagiakanmu. Aku sayang Mama, Love You Mom:*:*:*