Kamis, 23 Februari 2017

12 IPA 1

Kasih Mama

Mamaku selalu cemas ketika kecil aku di cakar kucing. Diobatinya luka-lukaku dengan obat merah dan dibimbingnya ke tempat tidurku. Begitu juga ketika aku mengalami kecelakaan-kecelakaan kecil yang tak dapat kuingat lagi berapa kali karena begitu seringnya. Kenakalan-kenakalan kecilku kerap menyusahkan Mama.

Saat aku susah, aku telepon mama cuma untuk mendengar suaranya. Seumur hidupku baru sekali aku mengadukan masalah pada beliau. Aku lebih sering menelannya sendiri. Aku cuma ingin mendengar suaranya bicara dan aku menahan sesak di dada dari jauh. Itulah caraku mengadu saat susah.

Hingga kini, aku tak tahu apa yang mungkin pernah membanggakan yang telah kulakukan. Aku pernah melihat mama yang bahagia saat anaknya sedang menata masa depannya.

Saat-saat ingat mama, yang sering terkenang di pikiranku adalah bahwa aku lebih sering menyusahkannya daripada membuatnya senang. Begitu banyak pelajaran yang beliau ajarkan, kasih sayang yang dilimpahkan, serta pengorbanan yang dilakukan. Maafkan aku mama. Aku belum pernah membanggakanmu, belum pernah membahagiakanmu. Aku sayang Mama, Love You Mom:*:*:*